Amalan Setelah Sholat Subuh Bacalah 41X Rasakan Sendiri Keajaibannya - Tak Sampai 5 hari kaya Raya ... Silahkan baca
Amalan Setelah Sholat Subuh Bacalah 41X Rasakan Sendiri Keajaibannya - Tak Sampai 5 hari kaya Raya ... Silahkan baca
Amalan Setelah Sholat Subuh: Bacaan Dhikr yang Disunnahkan dan Manfaatnya
Sholat subuh adalah awal hari yang diberkahi bagi seorang Muslim. Rasulullah SAW menyunnahkan untuk mengisi waktu setelah salat dengan dhikr, doa, dan membaca Al‑Qur’an. Praktik ini tidak hanya memperkuat hubungan dengan Allah, tetapi juga memberikan ketenangan batin dan perlindungan dari gangguan syaitan selama hari tersebut. Dalam artikel ini akan dibahas dasar-dasar amalan setelah sholat subuh yang bersumber dari Al‑Qur’an dan hadis shahih, menjelaskan dhikr yang disunnahkan, manfaat spiritualnya, serta memberikan penegasan terhadap klaim‑klaim yang tidak berdasar seperti “bacalah 41X lalu akan kaya dalam 5 hari”.
Dasar Al‑Quran dan Hadis tentang Dhikr Setelah Sholat
Allah SWT memerintahkan umatnya untuk selalu mengingat-Nya, terutama setelah menyelesaikan kewajiban shalat. Dalam Surah Al‑Baqarah ayat 152 disebutkan:
“فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ”
(QS. Al‑Baqarah 2:152) – “Maka ingatlah kepada Aku, Aku akan mengingat kamu; dan bersyukurlah kepada Aku dan janganlah kamu mengingkari nikmat‑nikmat Aku.”
Selain itu, dalam Surah Al‑Ahzab ayat 41‑42 Allah berfirman:
“يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا”
(QS. Al‑Ahzab 33:41‑42) – “Hai orang-orang yang beriman, sebutlah nama Allah dengan banyak pengingatan, dan bertasbihlah kepada-Nya di pagi dan sore hari.”
Dari sisi hadis, Rasulullah SAW telah
menjelaskan pentingnya dhikr setelah shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA:
“من سبح الله بعد كل صلاة ثلاثًا وثلاثين وحمد الله بعد كل صلاة ثلاثًا وثلاثين وكبر الله بعد كل صلاة أربعًا وثلاثين غُفرت خطاياه وإن كانت مثل زبد البحر”
(Hadith Muslim No. 597) – “Barangsiapa yang menasbihkan Allah tiga puluh tiga kali setelah setiap shalat, memuji-Nya tiga puluh tiga kali, dan mengagungkan-Nya empat puluh tiga kali, maka dosanya akan diampuni sekalipun dosanya seperti berbuih laut.”
Riwayat ini juga diterima oleh Imam Bukhari dalam kitabnya (Hadith Bukhari No. 6405) dengan lafaz yang hampir sama, menegaskan bahwa amalan ini merupakan sunnah yang sangat dianjurkan.
Selain dhikr tasbih, tahmid, dan takbir, Rasulullah SAW juga menyunnahkan membaca Ayat Kursi setelah shalat. Dalam
hadis yang diriwayatkan oleh Abu Umamah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“من قرأ آية الكرسي بعد كل صلاة مكتوبة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت”
(Hadith narrated by Abu Dawud, Hasan) – “Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi setelah setiap shalat fard, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali mati.”
Dengan dasar-dasar tersebut, jelas bahwa amalan setelah sholat subuh yang dianjurkan dalam Islam adalah membaca dhikr yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, bukan menambahkan jumlah tertentu yang tidak ada sumbernya atau janji hasil material tertentu.
Dhikr yang Disunnahkan Setelah Sholat Subuh
Berdasarkan hadis di atas dan pendapat ulama klasik seperti Imam Nawawi dalam kitab Al‑Adhkar dan Ibn Taymiyyah dalam Al‑Qawl al‑Mufid, berikut ini beberapa
bentuk dhikr yang disunnahkan dilakukan setelah sholat subuh:
- Tasbih, Tahmid, dan Takbir – Membaca “Subhanallah” 33 kali, “Alhamdulillah” 33 kali, dan “Allahu Akbar” 34 kali (total 100 kali) setelah setiap shalat fard. Riwayat ini terdapat dalam Shahih Muslim dan Shahih Bukhari.
- Ayat Kursi (Surah Al‑Baqarah 2:255) – Membaca sekali setelah shalat, sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan telah dinilai hasan oleh para muhaddith.
- La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli shay’in qadir – Kalimat tawheed yang dianjurkan setelah shalat, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al‑Muwatta dan Imam Ahmad dalam Musnad.
- Shalawat kepada Nabi
- wa ‘ala ali Muhammadin kama sallayta ‘ala Ibrahima wa ‘ala ali Ibrahima innaka Hamidun Majid” setelah shalat, berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidhi (hasan sahih).
- Doa setelah shalat – Doa seperti “Rabbi inne limaa anzalta ilayya min khayrin faqir” (QS. Al‑Qashash 28:24) atau doa lain yang diterangkan dalam kitab doa seperti Al‑Hisnul Muslim oleh Sheikh Said bin Ali bin Wahf al-Qahtani.
Kedua bentuk dhikr di atas tidak hanya berupa jumlah tertentu, tetapi juga menekankan pada keikhlasan dan kehadiran hati saat membacanya. Imam Nawawi menekankan bahwa dhikr yang dilakukan dengan hati yang hadir dan penuh khusyuk lebih diutamakan daripada sekadar menghitung jumlah tanpa rasa.
Manfaat Spiritual Dhikr Setelah Sholat Subuh
Mengamalkan dhikr setelah sholat subuh memberikan manfaat yang luas baik dalam dimensi spiritual maupun psikologis. Berikut beberapa manfaat yang didukung oleh sumber-sumber Islam dan penelitian contemporary yang merujuk kepada prinsip-prinsip nilai-nilai Islam:
- Membersihkan Hati dari Riak dan Somasi – Dhikr membantu mengalihkan perhatian dari duniawi kepada Allah, sehingga mengurangi niat riya’ dan somasi dalam beribadah. Imam Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menjelaskan bahwa ingatan kepada Allah adalah obat utama terhadap penyakit hati.
- Meningkatkan Keimanan dan
- Ketentuan – Dengan mengulang kalimat-kalimat tawheed dan pujian, keimanan seorang Muslim semakin kokoh. Hadis Shahih Muslim menyebutkan bahwa barangsiapa yang mengingat Allah dengan banyak, maka Allah akan mengingatnya dan memberinya kemudahan dalam urusan urusan dunia dan akhirat.
- Perlindungan dari Syaitan dan Gangguan – Ayat Kursi dan kalimat tawheed dianggap sebagai penjaga diri. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidhi (hasan), Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi setelah shalat, maka dia akan dilindungi dari syaitan hingga pagi hari berikutnya.
- Ketenangan Jiwa dan Penurunan Stres – Studi modern tentang meditasi dan pengulangan mantra menunjukkan bahwa aktivitas pengulangan kata-kata suci dapat menurunkan kadar kortisol (hormon
- stres) dan meningkatkan rasa tenang. Meskipun bukan ajaran Islam yang langsung, prinsip ini selaras dengan ajaran Islam tentang ketenangan hati melalui dhikr (lihat: Al‑Qur’an 13:28 – “الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۚ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ”).
- Membiasakan Disiplin Waktu dan Konsistensi Ibadah – Melakukan rutinitas dhikr setelah sholat subuh membentuk kebiasaan yang positif, membantu seseorang untuk lebih konsisten dalam ibadah sehari-hari, seperti yang disebutkan dalam hadis tentang kebiasaan baik yang menjadi karakter seseorang (HR. Bukhari).
Perhatian Terhadap Klaim Tidak Berdasar (misal: 41X untuk kekayaan dalam 5 hari)
Di media sosial dan beberapa
situs web sering kali menyebarkan informasi seperti “Bacalah dhikr tertentu 41 kali setelah sholat subuh, maka dalam kurang dari 5 hari Anda akan menjadi kaya seperti Raya”. Pernyataan tersebut tidak memiliki dasar dari Al‑Qur’an, hadis shahih, atau fatwa ulama yang terpercaya. Berikut beberapa poin yang perlu diperhatikan:
- Tidak Ada Hadis yang menyebutkan jumlah 41x – Dalam kitab hadis Shahih Bukhari, Shahih Muslim, serta karya-karya klasik seperti Al‑Adhkar Imam Nawawi dan Riyadhus Shalihin, tidak terdapat riwayat yang menyebutkan suatu dhikr harus dibaca tepat 41 kali untuk mendapatkan hasil material tertentu.
- Janjikan Kekayaan Material Bukan
- Janjikan Kekayaan Material Bukan Prinsip Islam – Islam mengajarkan bahwa rizq (rezeki) berada pada tangan Allah SWT dan tidak dapat dijanjikan dengan amal tertentu kecuali ada dalil yang jelas. Allah berupa. QS. Al‑Ankabut 29:62 menyebutkan: وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ۚ اللَّهُ يَر