Profil

ALLAH KIRIM 100 MILIAR! Amalkan Zikir Ini 313x Setelah Isya, Rezeki Deras Tak Terbendung

Table of Contents

ALLAH KIRIM 100 MILIAR! Amalkan Zikir Ini 313x Setelah Isya, Rezeki Deras Tak Terbendung

ALLAH KIRIM 100 MILIAR! Amalkan Zikir Ini 313x Setelah Isya, Rezeki Deras Tak Terbendung

Judul yang menggiurkan seperti “ALLAH KIRIM 100 MILIAR! Amalkan Zikir Ini 313x Setelah Isya, Rezeki Deras Tak Terbendung” sering menyebar di media sosial dan grup obrolan, menimbulkan harapan akan rezeki yang melimpah hanya dengan mengulangi suatu dzikir sejumlah



tertentu setelah shalat Isya. Sebagai umat Islam yang menjaga keaktaan ajaran, penting untuk kita meninjau klaim tersebut terhadap sumber-sumber sahih Al-Quran dan Hadits, serta memahami apa yang benar-benar dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai dzikir setelah shalat. Artikel ini akan membahas makna dzikir, contoh dzikir yang sahih setelah Isya, menilai klaim tentang 313 kali dan rezeki 100 miliar, serta menyoroti manfaat dzikir secara umum sesuai dengan ajaran Islam.

Apa Itu Zikir dan Mengapa Penting?

Zikir dalam bahasa Arabarti “menghafal” atau “mengingat”. Dalam konteks Islam, zikir adalah aktivitas mengingat Allah SWT melalui ucapan, perbuatan, atau hati yang terus-menerus mengarah kepada kesadaran akan kehadiran-Nya. Al-Quran



menyebutkan keutamaan zikir dalam berbagai surat, misalnya:

  • Surah Al-Ahzab ayat 41: “اَذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا” (Ingatlah Allah dengan ingatan yang banyak).
  • Surah Ar-Ra’d ayat 28: “الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ” (Yang beriman dan hati mereka tenang dengan ingatan Allah; ingatlah, sesungguhnya dengan ingatan Allah hati menjadi tenang).
  • Surah Al-Jumu’ah ayat 9: “وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ” (Dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung).

Hadits juga menegaskan pentingnya zikir. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“أفضل الذكر لا إله إلا الله، وأفضل الدعاء الحمد لله” (Hadith riwayat Ahmad dan Ibn Hibban, shahih).




Dari sumber-sumber di atas jelas bahwa zikir bukan sekadar ritual, tetapi merupakan jalan untuk membersihkan hati, menenangkan jiwa, dan mendekatkan hamba kepada Khaliknya. Oleh karena itu, setiap umat Islam disarankan untuk mengikutsertakan zikir dalam kehidupan sehari-hari, termasuk setelah shalat wajib.

Zikir yang Disarankan Setelah Shalat Isya menurut Sunnah

Shalat Isya merupakan shalat malam yang menandakan akhir hari. Setelah menyelesaikannya, ada beberapa dzikir yang telah diterapkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, yang dapat kita amalkan sebagai sunnah. Berikut beberapa dzikir yang didasarkan pada hadits shahih:

  • Tasbih, Tahmid, dan Takbir – Nabi

  • shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “من سَبَّحَ اللَّهَ بعد كل صلاة ثلاثًا وثلاثين، وحَمِدَ اللَّهَ ثلاثًا وثلاثين، وكَبَّرَ اللَّهَ ثلاثًا وثلاثين، فذلك تسع وتسعون، وقال تمام المائة: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير” (Hadith riwayat Bukhari no. 6405 dan Muslim). Artinya, setelah setiap shalat, membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 33 kali, lalu menambah satu kalimat “La ilaha illallah…” untuk mencapai 100.
  • Ayatu Kursi – Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “من قرأ آية الكرسي دبر كل صلاة مكتوبة لم يمنعه من دخول الجنة إلا أن يموت” (Hadith riwayat An-Nasa’i dan Ibn Hibban, shahih). Artinya, membaca Ayat Kursi setelah setiap shalat fardhu memberikan perlindungan dan pahala besar.
  • Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas – Dalam hadith riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyarankan membaca
  • tiga surat ini tiga kali setelah shalat Maghrib dan Isya sebagai perlindungan dari gangguan syaitan dan kesakitan.
  • Dzikir “Subhanallah wa bihamdihi” – Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “من قال سبحان الله وبحمده مائة مرة في يوم غُفرت خطاياه حتى لو كانت مثل زبد البحر” (Hadith riwayat Bukhari no. 6405 dan Muslim). Meskipun tidak khusus setelah Isya, membaca ini 100 kali setiap hari sangat dianjurkan.

Semua dzikir di atas memiliki dasar yang jelas dari Al-Quran dan Hadits sahih. Tidak ada hadits yang menyebutkan jumlah spesifik seperti 313 kali setelah Isya sebagai syarat untuk mendapatkan rezeki tertentu.

Klaim tentang 313x dan Rezeki 100 Miliar: Apakah Ada Dasar Sahih?



Dalam berbagai postingan yang beredar, sering kali disebutkan bahwa mengulangi suatu dzikir (misalnya “La ilaha illallah” atau frase lain) sebanyak 313 kali setelah shalat Isya akan membawa rezeki sebesar 100 miliar (biasanya dalam bentuk uang atau hartanya). Untuk menilai klaim ini, kita perlu memeriksa sumber-sumber utama:

  • Al-Quran – Tidak ada ayat yang menyebutkan jumlah pengulangan dzikir tertentu yang menjamin rezeki material dalam angka spesifik seperti 100 miliar.
  • Hadits Shahih – Dalam kitab hadits sahih seperti Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzi, tidak terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan seorang sahabat untuk membaca suatu dzikir 313 kali setelah Isya sebagai cara mendapatkan rezeki 100 miliar. Tidak

  • ada hadits yang menyebutkan jumlah 313 dalam konteks rezeki material.
  • Pendapat Ulama – Ulama klasik dan contemporary seperti Imam An-Nawawi, Ibn Hajar al-Asqalani, dan Yusuf al-Qaradawi menekankan bahwa rezeki adalah urusan Allah SWT yang diberikan sesuai dengan hikmah-Nya, bukan sebagai imbalan mekanis dari jumlah pengulangan dzikir. Mereka menegaskan bahwa dzikir adalah ibadah yang meningkatkan taqwa dan mendekatkan hamba kepada Allah, bukan jaminan kekayaan material.
  • Metode Penilaian Hadits – Untuk sebuah pernyataan dianggap sahih, harus memenuhi kriteria sanad (rantai penyalur) yang shahih dan matn (isi) yang tidak bertentangan dengan Al-Quran dan hadits lain. Karena tidak ada sanad yang bisa ditelusuri mengenai 313 kali dan rezeki 100 miliar, pernyataan tersebut tidak
  • dapat diterima sebagai hadits sahih.

Dengan demikian, klaim tentang 313 kali dzikir setelah Isya yang menjamin rezeki 100 miliar tidak memiliki dasar yang sahih dalam sumber-sumber Islam. Seperti yang sering diucapkan oleh ulama ketika terdapat informasi yang tidak jelas, kita dapat menyatakan: Wallahu a’lam (Allah SWT lebih mengetahui). Ini merupakan sikap yang beradil dan menjauh dari penyebaran informasi yang tidak berdasar.

Manfaat Zikir Secara Umum berdasarkan Al-Quran dan Hadits

Alih-alih mengandalkan klaim yang tidak terbukti, lebih baik kita fokus pada manfaat zikir yang telah dijelaskan dalam sumber-sumber sahih. Berikut beberapa manfaat yang dapat kita rasakan ketika zikir menjadi bagian dari rutinitas harian:



  • Menghilangkan kegelisahan dan menenangkan hati – Seperti yang disebutkan dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28, ingatan Allah membawa ketenangan jiwa.
  • Membuka rahmat dan ampunan – Hadits riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan bahwa yang membaca “Subhanallah wa bihamdihi” seratus kali sehari, dosanya akan terbebas seperti laut yang berombak.
  • Meningkatkan kehakiman dan ketekunan dalam beribadah – Zikir melatih konsentrasi, sehingga ketika shalat atau membaca Al-Quran, pikiran lebih fokus dan tenang.
  • Melindungi dari syaitan dan godaan buruk – Membaca Ayat Kursi dan surat-surat ikhlas setelah shalat dianggap sebagai benteng spiritual terhadap gangguan makhluk halus.
  • Menggugah rasa syukur dan kepuasan – Dengan terus-mengalikan pujian dan pengakuan



  • akan kekuasaan Allah, seseorang lebih mudah merasa cukup dan tidak terlalu terburu-buru mencari kekayaan material secara berlebihan.
  • Memperkuat ikatan dengan sesama – Zikir yang dilakukan secara berjama’ah (misalnya di masjid setelah shalat) menciptakan rasa persaudaran dan solidaritas antarumat.

Manfaat-manfaat ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis dan sosial seseorang. Seorang yang senantiasa mengingat Allah cenderung lebih sabar, lebih bijak dalam keputusan keuangan, dan lebih rajin dalam beramal, yang pada gilirannya dapat membuka jalan rezeki yang baik—baik yang terlihat maupun yang tersembunyi—sebagai rahmat dari Allah, bukan sebagai hasil dari rumusan angka tertentu.



Kesimpulan: Cara Bertakwa dan Mencari Rezeki yang Benar

Judul yang menjanjikan “ALLAH KIRIM 100 MILIAR! Amalkan Zikir Ini 313x Setelah Isya, Rezeki Deras Tak Terbendung” mungkin menarik perhatian, namun setelah menelaah sumber-sumber sahih, kita menemukan bahwa tidak ada dalil yang kuat dari Al-Quran atau Hadits shahih yang mendukung klaim tersebut. Zikir adalah ibadah yang mulia yang ditaati untuk memperkedudukan hamba kepada Allah, membersihkan hati dari dosa, dan mencari ridha-Nya. Rezeki yang datang dari Allah merupakan rahmat yang diberikan sesuai dengan hikmah dan ketentuan-Nya, bukan sebagai imbalan mekanis dari jumlah pengulangan sebuah frase.

Sebagai umat Islam yang berpegang teguh pada ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa



sallam, langkah yang tepat adalah:

  1. Amalkan dzikir yang berdasar pada sunnah seperti tasbih 33, tahmid 33, takbir 33, Ayat Kursi, dan surat-surat ikhlas setelah setiap shalat, terutama Isya.
  2. Jaga niat (niyyah) – Lakukan zikir dengan niat untuk mencari ridha Allah, bukan hanya untuk mencari dunia.
  3. Tabah dan usaha – Rezeki yang baik yang material maupun spiritual datang dari kombinasi antara berusaha giat, taqwa, dan doa.
  4. Beramal sosial – Memberi zakat, sedekah, dan membantu sesama merupakan jalan yang dibuka Allah untuk melimpahkan